Provinsi Bangka Belitung
BANGKA – Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP 946/DM), latih anak buah operasionalkan Alat Berat. Jumat (15/05/2026)
Satuan di bawah Korem 045/Garuda Jaya itu menegaskan bahwa kegiatan yang berlangsung saat ini merupakan latihan dan bimbingan teknis pengoperasian alat berat bagi prajurit, bukan aktivitas penambangan ilegal sebagaimana informasi yang beredar di tengah masyarakat.
Kegiatan latihan tersebut melibatkan sebanyak 15 prajurit dari Kompi Konstruksi Yonif TP 946/DM yang saat ini tengah menjalani pembekalan teknis penggunaan alat berat sebagai bagian dari program peningkatan kemampuan personel satuan.
Latihan itu dilaksanakan guna mempersiapkan prajurit dalam mengawaki empat unit ekskavator yang dalam waktu dekat akan diterima oleh Yonif TP 946/DM untuk menunjang tugas satuan di bidang pembangunan infrastruktur dan pembinaan teritorial.
Dalam pelaksanaannya, para prajurit diberikan pemahaman dan kemampuan teknis terkait pengoperasian alat berat, mulai dari clearing area, cut and fill hingga teknik dasar pekerjaan konstruksi lapangan yang nantinya dibutuhkan dalam mendukung pembangunan wilayah.
Pihak Yonif TP 946/DM menegaskan bahwa seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Latihan Standardisasi (Proglatsi) satuan yang memang wajib dilaksanakan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut guna menjaga profesionalisme serta kesiapan prajurit di lapangan.
Sebagai Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan yang berada di Dusun Penganak, Kabupaten Bangka Barat, Yonif TP 946/DM tidak hanya memiliki tugas tempur untuk merebut, menguasai dan mempertahankan wilayah, namun juga memiliki tugas pembinaan teritorial yang berfokus pada sektor pembangunan, ketahanan pangan, kesehatan serta konstruksi infrastruktur di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Karena itu, kemampuan mengoperasikan alat berat menjadi salah satu keterampilan wajib yang harus dimiliki prajurit, terutama dalam mendukung percepatan pembangunan daerah, pembukaan akses jalan, penataan kawasan hingga membantu pemerintah daerah dalam pembangunan infrastruktur strategis.
Pihak satuan juga memastikan bahwa kegiatan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan aktivitas pertambangan timah ilegal ataupun eksploitasi sumber daya alam lainnya.
“Latihan ini murni untuk meningkatkan kemampuan prajurit dalam mengoperasikan alat berat sesuai tugas pokok satuan di bidang pembangunan dan pembinaan teritorial. Tidak ada aktivitas pertambangan ilegal seperti yang diberitakan atau isu yang berkembang,” tegas pihak Yonif TP 946/DM.
Selain meningkatkan kemampuan teknis prajurit, kegiatan latihan tersebut juga menjadi bentuk kesiapan satuan dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Bangka Belitung yang membutuhkan dukungan personel terlatih dan peralatan memadai.
Dengan adanya penegasan tersebut, Yonif TP 946/DM berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar serta dapat memahami bahwa kegiatan yang dilakukan murni merupakan bagian dari pembinaan kemampuan prajurit demi mendukung tugas negara dan kepentingan masyarakat luas. (Red/adm)




















Komentar